Sepertinya kali ini aku ingin bercerita ala novel. Bercerita dengan sudut pandang sebagai orang pertama dan pemain utama...
Lama ya udah nggak ngeblog. Lama banget. Sekitar empat bulan.
Jadi ceritanya tanggal 5 September itu aku sampai di Jogja. Berangkat tanggal 3 dari rumah, mampir ke Semarang di tanggal 4, dan sampai Jogja keesokan harinya.
Rasanya penuh semangat untuk menjalani dunia yang benar benar baru!
Salah satu alasan kenapa aku memilih UGM, karena aku ingin dunia baru, lingkungan baru. Bosan dengan rutinitas selama lebih dari 10 tahun tinggal disini dengan setiap hari pulang pergi menuntut ilmu ke daerah yang sama, dari TK sampai SMA. Untuk itu aku dengan senang hati memilih UGM dengan Yogyakarta-nya.
Aku tidak akan menceritakan secara detail bagaimana kehidupanku berjalan hari demi hari di Yogya.
Hidupku berubah. Total.
Hari pertama Mama Papa pergi meninggalkan Jogja, aku menangis. Aku takut jauh dari Papa Mama. Selama 18 tahun tinggal bersama, dan untuk pertama kalinya tinggal jauh di luar kota yang kuketahui tidak ada saudaraku yang tinggal disana.
Tapi yang kuingat saat itu hanya CITA CITA, yang bisa membangun hatiku agar tidak bersedih hati, merantau di kota orang, kota pelajar.
Hari demi hari berlalu. Aku rasa otakku menjadi tumpul gara gara libur lebih dari sebulan, tidak pernah dipakai untuk berpikir dalam waktu yang lama.
Dan hal yang sampai sekarang masih kupikirkan, apa jangan jangan gara gara liburan itu aku menjadi o'on seperti sekarang ini?
Aku merasa kemampuan otakku menurun.
Batinku tertekan. Mungkin karena belum terbiasa atau gimana aku sendiri nggak ngerti.Yang jelas aku merasa semua mata kuliah di jurusanku ini sulit. Bahkan sangat sulit. Ditambah lagi, sejak pertama kali masuk dan mengalami ospek yang begitu seru dan panjang, pandangan kakak kelas mengenai Tekkim.. kalau tidak horror, yaaa apapun semacam "kuat kuatin aja di tekkim"
"tekkim itu berat, kuliahnya susah, KRSan susah, ujian apalagi" "Dapat IP tinggi di tekkim itu susah" dan lain lainnya.
Hufffff.
Tapi banyak juga kakak kelas yang menyemangati adik adik 2011nya ini untuk tetap semangat.
Yang paling membuatku tertekan disini adalah FISIKA
Hell-yeah udah tau masuk Teknik, ya pasti banyak Fisika, nad.
Ya masalahnya aku nggak mengira bakal sesulit itu.
Hey maaaaan, 2 jam itu paling banyak ngerjain ya paling 5 soal, udah paling banyak tuh.
Selama seminggu sebelum UAS, tepatnya disaat tahun baru, seminggu sejak tanggal 1 Januari, UGM mulai memasuki minggu tenang. Tenang bagi UGM, Neraka bagi mahasiswa.
Aku memutuskan untuk tidak pulang ke rumah di minggu tenang, karena nasib ujianku ini. Kalau aku pulang, aku akan belajar dengan siapa di Pamulang. Kalaupun aku pulang dan hanya sebentar, yang ada aku hanya buang buang duit dan pulangpun pasti tidak dengan hati tenang.
Lalu?
Ya seminggu yang bagiku terasa sungguh PANAS, karena kerjanya hanya belajar, belajar, dan belajar saja seharian di kosan. Dari pagi ketemu pagi lagi.
GILA udah belajar seminggu full-pun rasanya nggak habis habis deh materinya. Banyak banget.
Sampai akhirnya di Hari H, mulai tanggal 9 Januari 2012. Mata kuliah di hari pertama ujian akhirku di semester pertama ini adalah MATEMATIKA a.k.a Kalkulus.
and I AM... STRESSED OUT
Woooooy gila woy gilaaaa, aku udah belajar mati matian ngerjain matematika, tapi kenapa di hari H aku nggak bisa?! ASTAGFIRULLAH.
Aku bisa... tapi sebagian... dan aku rasa itu bukannya memperbaiki nilai UTSku sebagai niat awal, yang ada malah...
Huft.
Aku menangis parah di kosan waktu selesai UAS matematika a.k.a Kalkulus itu. Bukan.. bukan materinya yang terlalu sulit... tapi aku grogi ketika mengerjakan, dan aku dipenuhi rasa takut. Entah setan mana yang memenuhi pikiranku hari itu. Pertama kalinya dalam hidup ini mengalami yang namanya sindrom takut sama matematika.
Oh yeah, lupakan saja. Dunia belum berakhir kalau nilainya nanti tidak memuaskan..
SIAPA BILAAAAANGGGG? HAH? ITU PENGARUH KALI NAT KE IP LOOO, ITU PENGARUH KALI NANTI BAKAL DIMANA LO KP DAN KERJA DIMANA.
so?
Yaudahlah ya, aku juga bingung harus gimana.
Kehidupan ku di Jogja ini sebenarnya sungguh menyenangkan. Aku punya banyak teman yang baik hati, kakak angkatan yang welcome dan ramah, dosen yang sepertinya berdedikasi sangat tinggi untuk mahasiswanya..atau untuk UGM?
Entahlah, yang jelas aku merasa orang orang di sekitarku, selama aku tinggal di Jogja 4 bulan lebih kemarin, semuanya baik hati dan aku merasa nyaman dengan mereka.
Satu satunya hal yang masih membuatku agak malas untuk balik ke Jogja ya hanya karena mata kuliahnya yang susah. Serius, tapi ini benar adanya.
Aku sampai lupa dengan cita citaku untuk menciptakan sesuatu yang berguna, yang dapat membanggakan Indonesia, dari hasil karayaku sendiri, sebagai terapan akan ilmu yang aku dapat di Teknik Kimia.
Hanya cita cita ku yang masih bisa membuatku ingin kembali ke Jogja. Oh ya.. juga Papa dan Mamaku.
Salam cinta dan semangat
Dari Nadia
Untuk Papa dan Mama <3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar